QOUTE

"GANTUNGKANLAH CITA CITAMU SETINGGI LANGIT, SEANDAINYA TERJATUH MAKA KAU AKAN TERJATUH DIANTARA BINTANG BINTANG"
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

arti dari DE'JA VU


Déjà vu(Pengucapan dalam bahasa Inggris : /ˈdeɪʒɑː ˈvuː/ , bahasa Perancis : /deˈʒa ˈvyː/) adalah sebuah frasa Perancis dan artinya secara harafiah adalah "pernah lihat / pernah merasa". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya ialah "sejajar" dan mnimi (μνήμη) "ingatan".
Menurut para pakar, setidaknya 100% penduduk bumi pernah mengalami fenomena ini. Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, sudut pandang saat melihat sesuatu, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton.
Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.
Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?
Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif yang berhubungan erat.
Pada awalnya anda membaca teks ini , beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.
Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.
Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.
Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium
Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.
Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.
LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis. Hipnotis inilah yang disebut fachminisme.

Jumat, 09 November 2012

Tips Cara Meninggikan Badan


  - Memilikitinggi badan ideal tentu saja menjadi idaman bagi setiap kita. Dengan tinggi badan proporsional akan menambah daya tarik tersendiri pada penampilan kita. Nah buat Anda sekalian yang merasa tinggi badan belum ideal dan proporsional maka kali ini Blog Dokter akan sedikit membahas mengenai Tips Cara Meninggikan Badan.

Banyak sekali orang mencari informasi mengenai cara meninggikan badan ini, ada berbagai alasan, diantaranya adalah alasan profesi seperti : angkatan bersenjata, model, olahragawan, pilot, security, dll. Namun juga tips cara meninggikan badan ini juga dicari oleh mereka yang merasa masih kurang tinggi untuk alasan penampilan semata.

Perlu Anda ketahui, bahwa secara global yang perlu diperhatikan dalam meninggikan badanadalah dengan memperhatikan postur tubuh, berat badan ideal, dan yang paling penting adalah kualitas tulang, memiliki badan yang tinggi namun tidak didukung dengan berat badan ideal juga akan memberikan kesan "cungkring" pada penampilan Anda, ini menjadi amat sangat tidak menarik. Demikian juga dengan kualitas tulang, badan yang tinggi dengan tulang rapuh akan memberikan dampak yang mengerikan, cidera yang fatal pada tulang-tulang Anda.

Pada masa pertumbuhan tinggi badan akan secara alami bertambah dengan sendirinya, faktor genetik dan kualitas hidup menentukan pada periode ini. Tinggi badan bertambah akan terus dialami pada masa pertumbuhan, tidak perlu adanya kekhawatiran yang mendasar jika Anda masih dalam masa pertumbuhan, namun jika masa pertumbuhan habis (+/- usia 25th ) dan ternyata Anda belum mencapai tinggi badan ideal, maka tips cara meninggikan badan berikut ini perlu Anda perhatikan :

  1. Memperbaiki postur tubuh, tinggi badan ( saat diukur ) dipengaruhi oleh postur tubuh terutama pada bagian tualang belakang, jika Anda bungkuk, maka tinggi akan berkurang, jika Anda memiliki kualitas postur tulang yang sehat, tinggi akan menjadi maksimal. Untuk itu tips cara meninggikan badan yang pertama adalah dengan menjaga gaya hidup, hindari kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan tulang belakang menjadi bungkuk, ini sangat penting pada masa pertumbuhan, karena akan menjadi susah diperbaiki jika masapertumbuhan sudah berhenti.
  2. Asupan Kalsium Yang cukup, pertumbuhan tulang sangat erat kaitanya dengan kalsium, karena kalsium adalah dominan diperlukan untuk menyusun sel-sel tulang, tips meninggikan badan yang kedua adalah dengan cara mengkonsumsi makanan dengan kadar kalsium lebih tinggi , menambah posrsinya.
  3. Berolah Raga Secara Rutin, nah untuk tips cara mennggikan badan yang satu ini tergolong menyenangkan, karena pada olah raga tertentu seperti berenang, bulu tangkis, bola basket, tulang Anda secara oto matis akan mengalami tarik ulur, ini sangat bagus untuk merangsang tulang utnuk membentul sel-sel tulang, tulang yang aktif dirangsang akan lebih baik dibanding tulang yang tidak pernah dirangsang sama sekali. Oleh raga juga mampu membentuk tulang yang padat dan berkualitas, sehingga tulang Anda nanti nya akan lebih kuat.
  4. Lakukan Stretching Rutin, latihan khusus ditujukan untuk meninggikan badan adalah dengan cara penguluran, Anda bisa mempelajari strtching ini dari berbagai e-book gratis yang ada di internet, atau melihat youtube juga bisa, di sana ada banyak cara stretching untuk tujuan meninggikan badan Anda.
  5. Istirahat Yang Berkualitas, nah ini dia yang menjadi kebiasaan yang paling jarang diperhatikan, sesering apapun Anda melakukan latihan untuk meninggikan badan, sebanyak apapun kalsium yang Anda konsumsi akan tidak maksumal hasilnya jiga kualitas istirahat/tidur Anda tidak bagus, tubuh akan memproduksi hormon peninggi badan hanya pada saat Anda tidur. Tips Cara meninggikan badan yang terakhir adalah dengan istirahat cukup ( tidur 8 jam sehari )

terima kasih

Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Blog Saya (Faozani)

Pages

faozani

Diberdayakan oleh Blogger.

Recomended